
Takalar, Juni 2026 — Setelah menjalani masa magang selama kurang lebih dua bulan, empat mahasiswa Program Studi Konservasi Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, yaitu Nurafni Rahmawati S., Nur Aisyah, Nurul Ismaindah, dan Nasywha Qansyarani, resmi menyelesaikan program magang di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo.
Periode magang yang berlangsung sejak 1 April hingga 15 Juni 2026 menjadi ruang belajar yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman lapangan secara langsung. Berbagai program dan aktivitas yang dijalankan memberikan kesempatan bagi para peserta magang untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan keterampilan praktis di bidang lingkungan hidup.
Menurut para peserta, salah satu alasan memilih PPLH Puntondo sebagai lokasi magang adalah karena program-program yang dijalankan memiliki keterkaitan erat dengan bidang studi Konservasi Hutan yang mereka pelajari di bangku kuliah. Selain itu, lokasi PPLH Puntondo yang relatif dekat dari Makassar juga mendukung aktivitas penelitian yang sedang mereka lakukan.
Selama menjalani magang, mereka aktif terlibat dalam berbagai kegiatan, khususnya pada bidang pendidikan lingkungan dan kelautan. Program yang paling sering mereka ikuti adalah Program Ekosistem Laut, yang memberikan pengalaman baru dalam mengenal dan memahami ekosistem pesisir seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang.
Beberapa pengalaman yang paling berkesan bagi mereka antara lain menjadi pemandu kelompok dalam Program Ekosistem Laut, menjadi pemandu pada Pos Pengolahan Sampah, serta terlibat dalam kegiatan pembibitan mangrove.
Bagi mereka, Program Ekosistem Laut menjadi kegiatan yang paling menarik karena selama menempuh pendidikan di Program Studi Konservasi Hutan, sebagian besar kegiatan praktikum lebih banyak dilakukan di kawasan hutan. Melalui program ini, mereka memperoleh kesempatan untuk belajar dan mengamati langsung ekosistem laut yang selama ini jarang mereka temui dalam kegiatan akademik.
“Learning beyond the classroom creates experiences that last a lifetime.”
Belajar di luar ruang kelas menciptakan pengalaman yang akan bertahan seumur hidup.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menyiapkan alat dan bahan untuk pelaksanaan program, mereka mampu mengatasinya dengan bekerja sama mencari solusi serta menyiapkan kembali kebutuhan program agar dapat digunakan pada kegiatan berikutnya.
Sebagai peserta magang, mereka menilai bahwa berbagai program yang dimiliki PPLH Puntondo perlu terus dipertahankan karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif dan berbeda dari yang diperoleh di sekolah maupun perguruan tinggi. Mereka juga memberikan masukan agar evaluasi peserta magang dapat dilakukan secara lebih sistematis melalui pengumpulan umpan balik di akhir program.
Mengakhiri masa magang, para mahasiswa menyampaikan bahwa pengalaman selama berada di PPLH Puntondo memberikan banyak manfaat, mulai dari bertambahnya wawasan, pengalaman lapangan, hingga hubungan kekeluargaan yang hangat bersama seluruh tim PPLH Puntondo.
“Magang di PPLH Puntondo sangat seru. Kami mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan baru. Suasana kekeluargaan yang terjalin bersama bapak, ibu, dan kakak-kakak di PPLH menjadi hal yang sangat berkesan. Semoga ilmu dan pengalaman yang kami peroleh dapat bermanfaat dan dibagikan kepada masyarakat di sekitar kami.”

PPLH Puntondo mengucapkan terima kasih atas dedikasi, semangat, dan kontribusi yang telah diberikan selama masa magang. Semoga pengalaman yang diperoleh menjadi bekal berharga dalam perjalanan akademik maupun karier di masa depan.
