Hari Santri Nasional 2025: Meneladani Spirit Kepedulian dan Keberlanjutan dari Puntondo

Puntondo, Humas PPLH —
Tanggal 22 Oktober 2025 diperingati sebagai Hari Santri Nasional, momentum untuk mengenang perjuangan dan semangat para santri dalam membangun bangsa tidak hanya melalui ilmu agama, tetapi juga dalam menjaga kelestarian alam dan kehidupan sosial di sekitarnya.

Di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo, makna Hari Santri memiliki tempat yang istimewa. Selama beberapa tahun terakhir, banyak pesantren dan lembaga pendidikan Islam telah berpartisipasi dalam berbagai program edukasi lingkungan di Puntondo. Mereka datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, termasuk Pesantren Darul Aman Gombara Makassar, Pesantren Al-Mukhlisin Takalar, dan beberapa madrasah aliyah, untuk belajar langsung tentang bagaimana ajaran Islam dapat berjalan seiring dengan prinsip-prinsip kelestarian lingkungan.

Santri dan Alam: Belajar, Beramal, dan Menjaga Ciptaan Allah

Melalui kegiatan edukatif seperti Teknologi Tepat Lingkungan (TTL) dan penanaman mangrove, para santri tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan dan keseimbangan alam, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai Islam dalam bentuk nyata.

Mereka diajak mengenal bagaimana air laut dapat diolah menjadi air tawar, bagaimana energi matahari dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, hingga bagaimana sampah bisa dikelola menjadi sesuatu yang berguna. Setiap aktivitas tersebut menjadi sarana pembelajaran spiritual bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah dan bentuk nyata dari rasa syukur atas ciptaan Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A’raf ayat 56:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya. Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Ayat ini menjadi pengingat bagi seluruh umat, termasuk para santri, bahwa menjaga alam berarti menjaga amanah dari Sang Pencipta.

Menanam Nilai, Menuai Harapan

Kegiatan para santri di PPLH Puntondo bukan sekadar belajar tentang lingkungan, tetapi juga menanamkan karakter kepemimpinan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial. Saat menanam mangrove di pesisir Puntondo, misalnya, mereka tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan bumi yang lebih hijau.

Santri menjadi teladan generasi muda dalam menerapkan nilai-nilai Islam yang mencintai kebersihan, keseimbangan, dan keberlanjutan hidup. Mereka membuktikan bahwa ilmu agama dan ilmu lingkungan dapat bersinergi dalam mewujudkan masyarakat yang beriman sekaligus berdaya menjaga alam.

Refleksi Hari Santri: Dari Puntondo untuk Negeri

Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini menjadi momentum reflektif bagi kita semua—bahwa pesantren dan lembaga pendidikan berbasis Islam memiliki potensi besar dalam membangun kesadaran ekologis di masyarakat.
Melalui kegiatan pembelajaran di alam, santri telah menunjukkan bahwa cinta terhadap bumi adalah bagian dari cinta kepada Sang Pencipta.

Manajemen PPLH Puntondo menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang telah menjadikan Puntondo sebagai ruang belajar bersama. Kehadiran para santri selalu membawa semangat baru: semangat berilmu, beramal, dan berbakti kepada bumi.

Selamat Hari Santri Nasional 2025!
Semoga para santri di seluruh Indonesia senantiasa menjadi pelita bagi perubahan, menyebarkan ilmu yang menyejukkan, dan terus menjaga bumi sebagai wujud cinta kepada Allah SWT.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top