Rektor Universitas Hasanuddin Bersama PanEco dan PPLH Puntondo Siapkan Langkah Strategis Konservasi Berkelanjutan

Puntondo, Humas PPLH— Senin, 23 Februari 2026, di ruangan kerja Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, berlangsung pertemuan strategis antara PPLH Puntondo dan pimpinan universitas dalam rangka membahas rencana penguatan kerja sama pengembangan konservasi laut.

Pertemuan tersebut dihadiri Pembina Yayasan, Pengurus Yayasan, Tim PanEco (Ibu Brigitte dan Ibu Fae), serta Tim Konservasi PPLH Puntondo. Diskusi difokuskan pada peluang kolaborasi pengembangan konservasi terumbu karang dan kuda laut, penguatan riset dan publikasi ilmiah, serta rencana penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai payung kerja sama ke depan.

Rektor Universitas Hasanuddin menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan konservasi laut di PPLH Puntondo. Proposal kerja sama telah dipaparkan dan disambut positif. Saat ini, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui penyusunan draf MoU yang tengah dipersiapkan sebagai dasar pelaksanaan program magang, penelitian, praktik lapang, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan program CSR.

Kerja sama yang telah berjalan sebelumnya meliputi program konservasi kuda laut bersama Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin serta program konservasi terumbu karang bersama PT Mars. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan semakin terstruktur dan berkelanjutan melalui penguatan riset terapan dan implementasi lapangan.

Dalam pengembangan konservasi kuda laut, direncanakan dilakukan studi kelayakan lokasi di PPLH Puntondo sebagai tahap awal. Sementara pada program konservasi terumbu karang, dukungan teknis dan penguatan metode konservasi terus dikembangkan bersama mitra terkait.

Rektor Universitas Hasanuddin menegaskan bahwa konservasi laut merupakan tanggung jawab bersama yang berdampak luas.

“Konservasi dilakukan bukan hanya untuk kepentingan lokal, tetapi untuk keberlanjutan dan kesehatan ekosistem laut yang lebih luas. Dampaknya adalah menyelamatkan lingkungan. Karena itu, diperlukan kolaborasi multipihak dan dukungan berkelanjutan,” ujarnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju penguatan sinergi antara dunia akademik dan lembaga konservasi, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam menjaga ekosistem laut secara berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top