Perluas Jejaring Pendidikan Lingkungan, PPLH Puntondo Sambangi Empat Sekolah di Bulukumba

BULUKUMBA, PPLH PUNTONDO — Pendidikan lingkungan tidak cukup hanya dipelajari di dalam kelas. Pengalaman melihat, mengenal, dan berinteraksi langsung dengan lingkungan menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kepedulian generasi muda. Semangat inilah yang terus didorong PPLH Puntondo melalui penguatan jejaring dengan satuan pendidikan.

Pada Rabu (7/10/2026), Humas PPLH Puntondo melakukan kunjungan ke empat satuan pendidikan di Kabupaten Bulukumba, yakni SMAN 1 Bulukumba, SMAN 8 Bulukumba, SMKN 1 Bulukumba, dan MAN 2 Bulukumba.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah jemput bola PPLH Puntondo untuk memperkenalkan program pendidikan lingkungan sekaligus membuka ruang komunikasi dan peluang kolaborasi dengan sekolah serta madrasah.

Di SMAN 1 Bulukumba, Humas PPLH Puntondo bertemu dengan Wakasek Bidang Humas. Pertemuan dimanfaatkan untuk memperkenalkan PPLH Puntondo serta berbagai peluang pembelajaran lingkungan berbasis pengalaman langsung di alam.

Kunjungan kemudian berlanjut ke SMAN 8 Bulukumba. Humas PPLH Puntondo bertemu dengan Wakasek Kesiswaan yang juga menjalankan tugas sebagai PLH Kepala Sekolah. Dalam pertemuan tersebut, dibahas pengenalan program PPLH Puntondo serta peluang menghadirkan pengalaman belajar lingkungan yang lebih kontekstual bagi peserta didik.

Selanjutnya, Humas PPLH Puntondo menyambangi SMKN 1 Bulukumba dan bertemu dengan Wakasek Bidang Hubungan Industri. Komunikasi yang terbangun menjadi langkah awal untuk membuka ruang sinergi antara program PPLH Puntondo dengan kebutuhan pengembangan pengalaman belajar peserta didik.

Sementara itu, di MAN 2 Bulukumba, Humas PPLH Puntondo mendapat sambutan langsung dari Kepala Madrasah, Muhammad Anas, S.Ag., M.S.I.

Muhammad Anas menyambut positif informasi yang disampaikan PPLH Puntondo dan menilai program tersebut memiliki keterkaitan dengan proses pembelajaran di madrasah.

“Ini sangat menarik dan tentunya informasi ini akan segera kami teruskan ke guru atau siswa. Ya, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa kembali menyambung silaturahmi ini karena ini sangat berkaitan dengan proses pembelajaran kami di sekolah,” ungkap Muhammad Anas.

Alam sebagai Ruang Belajar

Humas PPLH Puntondo, Aby, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pihak sekolah dan madrasah dalam menerima kunjungan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi sambutan hangat para pimpinan sekolah dan madrasah serta kesediaannya menerima kunjungan kami. Bagi kami, keterbukaan seperti ini sangat berarti karena membuka ruang komunikasi dan peluang kolaborasi antara PPLH Puntondo dengan dunia pendidikan. Semoga silaturahmi ini terus berlanjut dan ke depan ada langkah nyata yang bisa kita bangun bersama,” ujar Aby.

Menurutnya, kunjungan tersebut tidak semata-mata memperkenalkan PPLH Puntondo sebagai destinasi kunjungan sekolah. Lebih dari itu, PPLH Puntondo menawarkan pengalaman belajar yang menghubungkan materi pembelajaran dengan kondisi lingkungan secara langsung.

“Harapan kami, siswa tidak hanya mendengar tentang lingkungan dari buku atau ruang kelas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melihat, mengalami, dan mempraktikkannya secara langsung. Di situlah alam dapat menjadi ruang belajar yang hidup,” tambahnya.

Melalui berbagai program pendidikan lingkungan, PPLH Puntondo menghadirkan ruang pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengenal lingkungan secara lebih dekat, mulai dari ekosistem pesisir dan laut, mangrove, pengelolaan sampah, konservasi, hingga teknologi tepat lingkungan.

Kunjungan ke empat sekolah di Bulukumba ini sekaligus memperkuat komitmen PPLH Puntondo untuk terus membangun jejaring bersama satuan pendidikan di Sulawesi Selatan.

Bagi PPLH Puntondo, belajar lingkungan bukan sekadar memahami teori, tetapi menghadirkan pengalaman nyata agar kepedulian tumbuh dari apa yang dilihat, dirasakan, dan dilakukan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top