
Takalar — Bagaimana jika ruang belajar tidak hanya berada di dalam kelas, tetapi juga di tengah hutan mangrove, hamparan padang lamun, kawasan pesisir, hingga ruang praktik teknologi energi terbarukan?
Gagasan itulah yang terus dikembangkan melalui kolaborasi antara Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo dan SMP Islam Athirah Makassar.
Pada Sabtu, 12 September 2026, kedua lembaga kembali memperkuat komitmen tersebut melalui penandatanganan perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan untuk melanjutkan dan mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan lingkungan.
Perpanjangan kerja sama ini menjadi bagian penting dari rangkaian program kolaborasi yang diikuti peserta didik SMP Islam Athirah Makassar di PPLH Puntondo.

MoU yang Menghadirkan Pengalaman, Bukan Sekadar Dokumen
Bagi PPLH Puntondo, MoU bukan sekadar dokumen kerja sama yang ditandatangani dan kemudian disimpan.
Lebih dari itu, MoU menjadi pintu untuk membuka lebih banyak ruang pembelajaran yang mempertemukan peserta didik dengan alam, masyarakat, teknologi, dan berbagai persoalan lingkungan secara langsung.
Melalui kerja sama yang berkelanjutan, sekolah memiliki kesempatan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas.
Peserta didik dapat belajar tentang lingkungan dengan melihat langsung objek yang dipelajari, melakukan praktik, berdiskusi, serta mengambil bagian dalam kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.
Pendekatan seperti ini sejalan dengan semangat PPLH Puntondo yang menjadikan alam sebagai ruang belajar dan pengalaman sebagai bagian penting dari pendidikan lingkungan.
Dari Mangrove hingga Energi Terbarukan
Dalam program kolaborasi kali ini, peserta didik SMP Islam Athirah Makassar mengikuti berbagai kegiatan edukatif.
Mereka diperkenalkan dengan ekosistem mangrove dan padang lamun, dua ekosistem penting yang memiliki peran dalam menjaga keseimbangan kawasan pesisir.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan penanaman mangrove, sehingga peserta didik tidak hanya memahami pentingnya konservasi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melakukan salah satu bentuk upaya pelestarian lingkungan.
Peserta didik juga diperkenalkan dengan kincir angin dan panel surya sebagai bagian dari pembelajaran mengenai energi terbarukan.
Dari kegiatan tersebut, peserta didik diajak memahami bahwa kebutuhan energi manusia dapat dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di alam secara lebih berkelanjutan.
Belajar Kreatif melalui Suvenir
Tidak berhenti pada ekosistem dan teknologi, program kolaborasi juga menghadirkan kegiatan pembuatan suvenir.
Kegiatan kreatif ini memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan keterampilan sekaligus melihat peluang bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan bersama kreativitas.
Melalui kegiatan semacam ini, pendidikan lingkungan tidak selalu harus disampaikan melalui teori.
Belajar dapat berlangsung ketika peserta didik membuat sesuatu, mencoba teknik baru, bekerja sama, dan memahami bagaimana sebuah material dapat dimanfaatkan menjadi karya yang memiliki nilai.
Memperluas Ruang Kelas
Kolaborasi PPLH Puntondo dan SMP Islam Athirah Makassar menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat dikembangkan melalui pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan nyata.
Ketika peserta didik melihat mangrove secara langsung, pembelajaran tentang ekosistem menjadi lebih konkret.
Ketika mereka menanam mangrove, konservasi tidak lagi sekadar konsep.
Ketika mereka melihat panel surya dan kincir angin, energi terbarukan menjadi sesuatu yang dapat diamati secara nyata.
Dan ketika mereka membuat suvenir, kreativitas sekaligus nilai pemanfaatan material dapat dipelajari melalui praktik.
Inilah yang menjadi kekuatan pembelajaran berbasis pengalaman.
Dari teori menuju praktik.
Dari ruang kelas menuju alam.
Dari pengetahuan menuju kepedulian.
Membangun Kolaborasi untuk Generasi Peduli Lingkungan
Bagi PPLH Puntondo, sekolah merupakan mitra strategis dalam membangun generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Kerja sama yang berkelanjutan memungkinkan berbagai program pendidikan lingkungan dikembangkan sesuai kebutuhan peserta didik dan sekolah, baik melalui kunjungan edukasi, pembelajaran lapangan, kegiatan konservasi, pengenalan teknologi tepat guna, maupun aktivitas kreatif berbasis lingkungan.
Karena itu, perpanjangan MoU dengan SMP Islam Athirah Makassar diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi menjadi awal dari semakin banyak kegiatan bersama yang memberikan pengalaman belajar yang bermakna.
PPLH Puntondo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SMP Islam Athirah Makassar atas kepercayaan dan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pendidikan lingkungan.
Semoga kerja sama ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari perjalanan menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Sebab, generasi yang peduli lingkungan tidak cukup hanya mengetahui bahwa alam harus dijaga.
Mereka perlu melihatnya, mengalaminya, dan diberi kesempatan untuk ikut menjaganya.
PPLH Puntondo
Belajar dari alam, bersama masyarakat, untuk masa depan yang berkelanjutan.
