Transplantasi Terumbu Karang di Area Konservasi PPLH Puntondo

Upaya Memulihkan Ekosistem Laut Teluk Laikang, Takalar

Puntondo, Humas PPLH —
Takalar, 26 November 2025 Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo kembali melaksanakan kegiatan konservasi laut melalui transplantasi terumbu karang di kawasan konservasi Teluk Laikang, Dusun Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Laikang.

Kegiatan ini dilakukan oleh staf PPLH Puntondo, didampingi beberapa mahasiswa dan perwakilan masyarakat pesisir, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemulihan ekosistem laut yang selama ini mengalami tekanan akibat aktivitas manusia, kerusakan alat tangkap, serta fenomena pemutihan karang.

Langkah pemulihan ini menjadi semakin penting mengingat kondisi terumbu karang di pesisir selatan Sulawesi Selatan terus menurun. Sejumlah kajian mencatat bahwa lebih dari 70 persen terumbu karang berada dalam kondisi terdegradasi, sehingga intervensi berbasis komunitas dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan sumber daya laut dan kehidupan nelayan setempat.

Program transplantasi terumbu karang ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan konservasi yang dijalankan oleh Divisi Pendidikan PPLH Puntondo, dengan dukungan penuh dari PanEco, mitra internasional yang sejak awal berkolaborasi dalam penguatan pendidikan dan konservasi lingkungan di Puntondo.

“Transplantasi terumbu karang bukan hanya menanam karang, tetapi menanam harapan untuk masa depan laut kita. Ekosistem laut adalah sumber kehidupan, dan kita bertanggung jawab merawatnya,”
ujar Muliyadi Koordinator dari Divisi Pendidikan PPLH Puntondo.

Teknik Transplantasi dan Pemantauan

Transplantasi dilakukan menggunakan metode rak besi, yang berfungsi menjaga stabilitas fragmen karang di dasar laut. Ratusan fragmen karang dari jenis Acropora dan Pocillopora dipasang oleh tim penyelam PPLH dan relawan masyarakat.

Proses ini akan dilanjutkan dengan pemantauan rutin untuk memastikan tingkat keberhasilan dan pertumbuhan koloni baru sebagai indikator pemulihan habitat.

Kegiatan ini menegaskan peran PPLH Puntondo sebagai pusat pembelajaran lingkungan hidup yang mengedepankan praktik, partisipasi masyarakat, serta kolaborasi multi-pihak untuk menjaga ekosistem pesisir.

“Perjuangan lingkungan hidup adalah ibadah panjang. Hari ini kita menanam, besok anak-cucu menuai,” tutup Koordinator Kegiatan.

PPLH Puntondo dan masyarakat setempat berharap program ini menjadi inspirasi bagi semakin banyak pihak untuk ikut menjaga laut Indonesia karena laut yang sehat adalah masa depan kita bersama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top