Kunjungan SMP Islam Athirah Makassar ke PPLH Puntondo: Belajar Lingkungan, Menanam Kepedulian

Puntondo, Humas PPLH —

Hari Sabtu, 13 September 2025, sebanyak 116 siswa dan 28 guru pendamping dari SMP Islam Athirah Makassar melakukan kunjungan edukasi ke Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup PPLH Puntond Takalar. Sejak pagi, suasana di kawasan pesisir Puntondo tampak hidup dengan kehadiran rombongan besar ini. Kegiatan yang dikemas penuh pengalaman nyata ini menjadi ruang belajar sekaligus perjalanan yang mendekatkan generasi muda pada lingkungan hidup.

Acara dimulai di aula PPLH Puntondo, tempat seluruh peserta mendapatkan materi pengantar dan perkenalan. Tim edukator PPLH memperkenalkan sejarah berdirinya Puntondo, visi misinya, serta berbagai program yang selama ini dijalankan dalam bidang pendidikan lingkungan. Melalui sesi ini, siswa dan guru mendapatkan gambaran bahwa PPLH Puntondo bukan hanya tempat wisata edukatif, melainkan juga laboratorium sosial-ekologis yang berkomitmen melahirkan generasi sadar lingkungan.

Setelah itu, peserta diajak menyusuri kawasan untuk melihat langsung Teknologi Tepat Lingkungan (TTL) yang disediakan di Puntondo. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah kincir angin, yang digunakan sebagai sumber energi ramah lingkungan. Para siswa terlihat antusias mendengarkan penjelasan bagaimana energi angin bisa dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Bagi sebagian besar dari mereka, inilah pertama kalinya melihat teknologi sederhana yang begitu dekat dengan konsep keberlanjutan.

Perjalanan berlanjut menuju padang lamun, salah satu ekosistem penting di pesisir. Edukator PPLH menjelaskan fungsi lamun sebagai penyimpan karbon biru, pelindung pantai, hingga tempat mencari makan bagi biota laut seperti ikan dsb. Dengan pengamatan langsung, siswa-siswi memahami bahwa lamun bukan sekadar rumput laut biasa, melainkan bagian penting dari rantai kehidupan laut. Melalui kegiatan ini, mereka belajar bahwa menjaga lamun berarti menjaga keseimbangan laut.

Di sesi berikutnya, peserta diarahkan ke kawasan hutan mangrove. Sesi ini memberikan pengalaman lebih mendalam karena siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana akar-akar mangrove menahan abrasi dan menjadi habitat bagi kepiting, ikan, hingga burung pesisir. Suasana penuh semangat ketika rombongan diajak berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Sebagai penutup dari kegiatan di mangrove, para siswa berpartisipasi dalam aksi penanaman bibit mangrove. Dengan penuh antusias, mereka menanam bibit satu per satu, sebuah langkah kecil yang meninggalkan jejak besar bagi kelestarian lingkungan.

Kegiatan hari itu ditutup dengan sesi kreatif tentang pengelolaan sampah. Namun, alih-alih hanya berbicara soal teori, siswa diajak langsung untuk berkreasi membuat souvenir dari kayu sisa pakai yang dipadukan dengan pasir berwarna. Dengan bimbingan pemandu, potongan kayu yang tadinya tidak terpakai berubah menjadi hiasan dan karya seni yang unik. Sesi ini mengajarkan bahwa keberlanjutan bisa diwujudkan dalam kreativitas sehari-hari. Lebih dari sekadar karya, hasil souvenir ini juga menjadi pengingat bagi setiap siswa bahwa sampah tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan, melainkan bisa diberdayakan kembali.

Sepanjang kegiatan, guru-guru pendamping juga ikut aktif mendampingi, memberikan motivasi, dan memastikan anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Kunjungan ini terasa istimewa karena bukan hanya memberi ilmu baru, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ini, PPLH Puntondo kembali membuktikan perannya sebagai pusat pembelajaran lingkungan hidup yang efektif. Edukasi berbasis pengalaman langsung terbukti mampu menyentuh hati peserta, membuat mereka tidak hanya mengingat teori, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir kegiatan, pihak PPLH Puntondo menyampaikan ucapan terima kasih kepada SMP Islam Athirah Makassar yang telah memilih Puntondo sebagai tempat belajar dan berproses. “Terima kasih atas kunjungan dan partisipasi seluruh siswa dan guru. Semoga pengalaman hari ini menjadi bekal untuk mencintai dan menjaga ciptaan Allah SWT di bumi ini. Sesungguhnya menjaga alam adalah bagian dari amanah kita sebagai khalifah di muka bumi,” demikian ungkapan penutup yang disampaikan oleh koordinator Humas PPLH.

Kegiatan berakhir dengan senyum puas dan semangat baru dari seluruh peserta. Mereka pulang membawa pengetahuan, pengalaman, dan terutama kesadaran, bahwa menjaga alam bukan pilihan, melainkan kewajiban bersama.



“Belajar di alam bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga tentang menemukan kembali peran kita sebagai penjaga kehidupan.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top