Puntondo, Humas PPLH —

Takalar, 10 September 2025 — Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo kembali menghadirkan inovasi dalam pendidikan lingkungan melalui program Create Directly dengan menggelar Sustain-Art Workshop. Kegiatan ini menjadi ruang belajar kreatif bagi peserta untuk mengubah limbah sehari-hari menjadi karya seni yang bernilai dan ramah lingkungan.
Dalam workshop ini, peserta berkesempatan belajar langsung bersama Budi Achmad Paranggeni, praktisi lingkungan sekaligus seniman yang konsisten mengembangkan karya berbasis keberlanjutan. Melalui tiga kegiatan utama—Lilin Cantik Minyak Jelantah, Ecoprint Seni Hijau, serta Souvenir dari Plastik Kresek—peserta tidak hanya diajak berkarya, tetapi juga memahami nilai penting daur ulang dalam menjaga kelestarian bumi.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Yayasan Pendidikan Lingkungan Hidup (YPLH), diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Sylvia Sjam, M.Si. dan Fakhreza Alhasni, SP, yang memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program pendidikan lingkungan di Puntondo. Kehadiran YPLH semakin menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui jalur kreatif dan edukatif.

Manajer PPLH Puntondo dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana isu lingkungan bisa dihadirkan dengan cara yang menyenangkan dan membumi. “Kami berharap, peserta pulang tidak hanya membawa karya seni, tetapi juga kesadaran bahwa sampah dapat menjadi sumber kreativitas dan kebermanfaatan,” ujarnya.

Para peserta pun memberikan respons positif atas kegiatan ini. “Workshop ini sangat membuka wawasan saya. Ternyata limbah sehari-hari bisa disulap menjadi karya seni indah. Saya pulang bukan hanya dengan hasil karya, tetapi juga semangat baru untuk lebih peduli pada bumi,” ungkap salah satu peserta.
Dengan kuota terbatas, Sustain-Art Workshop di PPLH Puntondo diikuti dengan penuh antusiasme oleh peserta dari berbagai latar belakang. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan lingkungan tidak melulu soal teori, tetapi juga bisa dikemas dalam bentuk seni kreatif yang menginspirasi.
Salam Lestari!
