Puntondo, Humas PPLH —
Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo kembali menjadi ruang belajar bersama yang menyenangkan bagi generasi muda. Pada Jumat, 5 September 2025, rombongan Pesantren Darul Aman Gombara Makassar hadir dengan penuh antusiasme untuk mengikuti program edukasi lingkungan. Kegiatan ini mengangkat dua fokus utama, yakni Teknologi Tepat Lingkungan (TTL) dan penanaman mangrove, yang dirancang untuk mengajak siswa belajar langsung dari alam sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelestariannya.

Sesi pertama kunjungan diisi dengan pengenalan Teknologi Tepat Lingkungan (TTL) yang tersedia di kawasan PPLH Puntondo. Fasilitator memperkenalkan beragam inovasi ramah lingkungan, di antaranya panel surya, kincir angin, solar cooker, destilasi air laut, hingga instalasi water treatment.
Semua fasilitas ini tidak hanya dipajang, melainkan digunakan sebagai media pembelajaran. Para siswa diajak mengamati bagaimana energi bisa dihasilkan dari angin dan matahari, bagaimana panas matahari dapat dipakai untuk memasak, serta bagaimana air laut bisa diubah menjadi air tawar melalui proses sederhana. Tujuannya adalah memberikan inspirasi bahwa teknologi ramah lingkungan dapat diterapkan di mana saja, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.


Kegiatan ini menekankan bahwa menjaga bumi tidak harus dengan teknologi mahal dan rumit. Justru dengan inovasi sederhana, semua orang bisa berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.
Setelah belajar tentang teknologi tepat lingkungan, rombongan Pesantren Darul Aman diajak menuju pesisir untuk melaksanakan program penanaman mangrove. Dengan penuh semangat, para siswa menanam bibit mangrove di area konservasi Puntondo.
Selain praktik langsung, mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai fungsi ekologis mangrove. Tanaman ini tidak hanya melindungi pantai dari abrasi, tetapi juga menjadi rumah bagi beragam biota laut serta penyerap karbon yang penting untuk menghadapi perubahan iklim. Dengan cara sederhana ini, siswa belajar bahwa menanam satu pohon kecil pun dapat membawa dampak besar bagi keberlanjutan alam.
Kunjungan ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan harapan mereka. Salah satu siswa, Muh. Rifdal, mengungkapkan kesan dan tujuannya datang ke Puntondo.
“Kami datang ke PPLH Puntondo dengan harapan bisa menemukan pembelajaran baru. Di sini, kami ingin belajar sambil bermain, agar bisa memahami lebih banyak hal tentang lingkungan dan bagaimana menjaganya. Semoga pengalaman ini membuat kami menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ungkapnya.

Harapan sederhana ini menjadi pengingat bahwa belajar lingkungan bukan hanya soal teori, melainkan pengalaman nyata yang membekas di hati peserta.
Manajemen PPLH Puntondo menyampaikan apresiasi kepada Pesantren Darul Aman Gombara Makassar atas kepercayaan yang diberikan. Menurut pihak lembaga, kegiatan ini sejalan dengan misi PPLH untuk menjadikan alam sebagai ruang belajar sekaligus sarana refleksi bagi generasi muda.
“Semoga pengalaman ini menambah wawasan sekaligus memperkuat komitmen kita semua untuk menjaga bumi sebagai amanah bersama. Terima kasih atas semangat siswa-siswi yang penuh antusiasme, termasuk harapan dari Muh. Rifdal yang ingin belajar sambil bermain. Bagi kami, semangat itu adalah inspirasi untuk terus menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan, aplikatif, dan berdampak nyata,” demikian pernyataan resmi manajemen PPLH Puntondo.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada guru pendamping yang telah mendampingi para siswa sepanjang kegiatan. Kebersamaan ini menjadi wujud nyata kolaborasi pendidikan yang tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga kesadaran ekologis sejak dini.
Kunjungan Pesantren Darul Aman Gombara Makassar menegaskan kembali pentingnya belajar dari alam. Di Puntondo, siswa tidak hanya diajak melihat teknologi ramah lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata seperti menanam mangrove. Pendekatan learning by doing ini terbukti efektif menanamkan pemahaman bahwa bumi harus dijaga dengan aksi sederhana, konsisten, dan penuh kepedulian.


Bagi PPLH Puntondo, kegiatan ini adalah bagian dari perjalanan panjang mendidik generasi muda agar lebih peduli pada lingkungan. Dengan menyatukan teori, praktik, dan refleksi, Puntondo berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengubah sikap.

Hari itu, Jumat, 5 September 2025, tercatat sebagai salah satu momen penuh makna di Puntondo. Senyum ceria siswa, langkah-langkah kecil mereka menanam mangrove, dan rasa ingin tahu yang besar saat mempelajari teknologi tepat lingkungan menjadi gambaran betapa pentingnya pengalaman belajar berbasis alam.
PPLH Puntondo berharap kunjungan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk pesantren, sekolah, maupun perguruan tinggi. Karena pada akhirnya, menjaga bumi adalah amanah bersama yang hanya bisa terwujud jika dilakukan secara kolektif.

PPLH Puntondo — Belajar bersama alam, tumbuh untuk keberlanjutan.
