Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Menjaga Alam: Refleksi Maulid 1447 H di PPLH Puntondo

Puntondo, Humas PPLH
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M kembali menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk merenungi dan meneladani akhlak Rasulullah. Di berbagai daerah, peringatan maulid dilakukan dengan penuh hikmat, menghadirkan rasa cinta dan kerinduan kepada sosok manusia mulia yang diutus untuk membawa rahmat bagi seluruh alam.

Di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo, momen maulid ini tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai pengingat akan nilai-nilai luhur Rasulullah yang sangat relevan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Islam mengajarkan bahwa Nabi Muhammad SAW bukan hanya teladan dalam hal ibadah dan hubungan sosial, tetapi juga dalam sikapnya terhadap alam, hewan, dan segala ciptaan Allah.


Rasulullah dan Rahmat bagi Alam Semesta

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa kehadiran Nabi Muhammad SAW adalah “rahmatan lil ‘alamin” — rahmat bagi seluruh alam. Kalimat ini menunjukkan bahwa risalah Nabi tidak hanya ditujukan kepada manusia, melainkan juga kepada hewan, tumbuhan, dan seluruh ekosistem.

Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang penuh kasih terhadap alam. Beliau melarang penebangan pohon sembarangan, menekankan pentingnya menanam pohon, serta memperingatkan agar tidak melakukan kerusakan di muka bumi. Bahkan dalam banyak hadis, beliau menyebut bahwa menanam pohon adalah amal jariyah, dan memberi minum hewan adalah bentuk ibadah.

Bagi PPLH Puntondo, spirit ini sejalan dengan misi lembaga untuk menanamkan kesadaran ekologis, mengedukasi masyarakat, dan menjaga harmoni antara manusia dan alam.


Menjaga Alam sebagai Cermin Keteladanan

Dalam konteks kekinian, keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat diterjemahkan melalui perilaku sederhana dalam keseharian: tidak berlebihan dalam menggunakan air, tidak membuang makanan, serta menjaga kebersihan lingkungan. Rasulullah menekankan sikap hemat, peduli, dan penuh tanggung jawab dalam mengelola sumber daya alam.

Prinsip inilah yang senantiasa dihidupkan di PPLH Puntondo. Melalui program-program edukasi seperti konservasi mangrove, pengolahan sampah, energi terbarukan, hingga kebun ekologis, lembaga ini berusaha menanamkan pemahaman bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah, sekaligus bentuk nyata meneladani akhlak Rasulullah.

Misalnya, dalam kegiatan pengolahan sampah, peserta tidak hanya diajarkan cara memilah sampah, tetapi juga bagaimana mengolah minyak jelantah menjadi lilin atau memanfaatkan gelas pecah agar kembali berguna. Kreativitas ini mencerminkan ajaran Nabi untuk tidak menyia-nyiakan sesuatu yang masih memiliki manfaat.


Maulid sebagai Momentum Refleksi

Memperingati Maulid Nabi di Puntondo adalah kesempatan untuk kembali merenungkan, sejauh mana kita telah mengikuti teladan beliau dalam menjaga alam. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu sebagian darinya dimakan oleh burung, manusia, atau binatang, melainkan itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa menanam pohon atau menjaga ekosistem bukan hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga bernilai ibadah. Semangat inilah yang ingin terus digelorakan di PPLH Puntondo, di mana kegiatan menanam mangrove, menjaga pesisir, atau mengajarkan teknologi tepat guna dilihat sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah SWT melalui pelestarian ciptaan-Nya.

kepada Rasulullah tidak hanya diwujudkan dalam ucapan selawat atau perayaan seremonial, tetapi juga dalam aksi nyata yang mencerminkan akhlaknya. Menjaga lingkungan, merawat bumi, dan hidup sederhana adalah bagian dari cara kita meneladani beliau.

Bagi PPLH Puntondo, Maulid adalah momentum memperkuat komitmen untuk menjadikan alam sebagai ruang belajar, sekaligus ladang amal bagi generasi masa depan. Dengan meneladani Rasulullah, diharapkan semangat menjaga lingkungan bukan sekadar program, melainkan budaya hidup yang terus diwariskan.

Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk meneladani akhlak mulia beliau, dalam menebar kasih sayang, menjaga harmoni, dan merawat bumi sebagai amanah Allah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top