BCI Junior High School Belajar Mengolah Sampah Menjadi Karya dan Energi di PPLH Puntondo

Takalar — Bagaimana jika sesuatu yang dianggap tidak terpakai dapat diubah menjadi karya, pupuk, bahkan sumber energi?

Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar Bina Citra Indonesia (BCI) School saat berkegiatan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo, Jumat, 18 September 2026.

Melalui program pengolahan sampah, peserta didik diajak melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda. Bukan semata-mata sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai material yang masih dapat dimanfaatkan, diolah, dan diberi nilai baru.

Kegiatan dikemas melalui praktik langsung yang mempertemukan pengetahuan lingkungan dengan kreativitas, keterampilan, dan pemanfaatan sumber daya secara bijak.

Dari Potongan Kayu Bekas Menjadi Suvenir

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah membuat suvenir dengan memanfaatkan potongan kayu bekas.

Peserta didik diajak mengenal kembali material yang sebelumnya dianggap tidak terpakai, kemudian mengolahnya menjadi karya yang memiliki fungsi dan nilai estetis.

Melalui kegiatan ini, peserta belajar bahwa pemanfaatan kembali material dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi potensi sampah sekaligus melatih kreativitas.

Tangkai Kayu Diolah Menjadi Arang Briket

Material kayu lainnya juga dimanfaatkan melalui kegiatan pembuatan arang briket dari tangkai-tangkai kayu.

Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan sisa material kayu sebagai bahan yang dapat diolah menjadi sumber energi alternatif.

Kegiatan ini memberikan gambaran bahwa pengelolaan material tidak selalu berakhir pada proses pembuangan. Dengan pengolahan yang tepat, sisa kayu dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki kegunaan.

Belajar Daur Ulang Kertas

Program berikutnya adalah daur ulang kertas.

Peserta didik diperkenalkan pada proses sederhana bagaimana kertas bekas dapat diolah kembali menjadi material yang dapat dimanfaatkan.

Kegiatan ini menjadi pengalaman langsung untuk memahami prinsip penggunaan kembali material sekaligus mengajak peserta didik lebih bijak dalam menggunakan kertas dalam kehidupan sehari-hari.

Mengolah Sisa Makanan Menjadi Kompos

Peserta didik juga belajar mengenai pengolahan sisa makanan menjadi kompos.

Sisa makanan yang biasanya langsung dibuang diperkenalkan sebagai bahan organik yang masih dapat dimanfaatkan melalui proses pengomposan.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa pengelolaan sampah perlu dilakukan sejak dari sumbernya dengan memilah dan memperlakukan setiap jenis sampah sesuai karakteristiknya.

Menutup Pembelajaran dengan Diskusi dan Presentasi

Setelah mengikuti berbagai kegiatan dan praktik di lapangan, rangkaian pembelajaran BCI School ditutup dengan diskusi dan presentasi di ruang seminar PPLH Puntondo.

Pada sesi ini, peserta didik kembali merefleksikan berbagai pengalaman yang mereka peroleh selama mengikuti kegiatan.

Setiap kelompok memiliki kesempatan untuk menyampaikan hasil pengamatan, pengetahuan, dan pengalaman yang didapatkan selama berada di lapangan.

Sesi presentasi menjadi ruang untuk mengolah kembali pengalaman menjadi pengetahuan. Peserta tidak hanya dituntut untuk memahami apa yang mereka lakukan, tetapi juga belajar menyampaikan gagasan, berdiskusi, mendengarkan pendapat kelompok lain, dan menarik kesimpulan dari proses pembelajaran.

Dengan demikian, kegiatan di PPLH Puntondo tidak berhenti ketika praktik lapangan selesai.

Pengalaman yang diperoleh kemudian dibawa kembali ke ruang diskusi untuk dipahami, dibagikan, dan direfleksikan bersama.

Dari Lapangan, Kembali ke Ruang Belajar

Rangkaian kegiatan BCI School memperlihatkan bahwa pendidikan lingkungan dapat berlangsung dalam berbagai bentuk.

Potongan kayu menjadi suvenir.

Tangkai kayu dimanfaatkan menjadi arang briket.

Kertas bekas didaur ulang.

Sisa makanan diolah menjadi kompos.

Kemudian seluruh pengalaman tersebut dibawa ke ruang seminar untuk didiskusikan dan dipresentasikan.

Inilah proses belajar yang menghubungkan pengamatan, praktik, refleksi, dan komunikasi.

Di PPLH Puntondo, peserta didik tidak hanya diajak mengetahui persoalan lingkungan, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengalami dan mencari kemungkinan solusi melalui praktik nyata.

PPLH Puntondo menyampaikan terima kasih kepada Bina Citra Indonesia (BCI) School atas kunjungan, kepercayaan, dan semangat belajar bersama.

Semoga pengalaman di Puntondo menjadi pengetahuan yang dibawa pulang, cerita yang dibagikan, dan kebiasaan baik yang dapat diterapkan di sekolah, rumah, maupun lingkungan sekitar.

Belajar dari yang tersisa.
Mengolah menjadi sesuatu yang berguna.
Berdiskusi, berbagi, dan membawa pulang pengalaman.

PPLH Puntondo
Belajar dari alam, berkarya untuk keberlanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top