PPLH Puntondo Gelar Workshop dan Eco Cooking Class, Dorong Pengelolaan Pangan Berkelanjutan

Puntondo, Humas PPLH— PPLH Puntondo menggelar kegiatan Workshop dan Eco Cooking Class: Sustainable Food Management pada 17 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkenalkan pentingnya pengelolaan pangan yang lebih bijak, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Kegiatan diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Tim PPLH Puntondo, perwakilan TP PKK dari sejumlah desa dan Kecamatan Laikang, pelaku UMKM, hingga anak magang dari Sinjai.

Dari internal PPLH Puntondo, kegiatan dihadiri oleh Direktur YPLH, Manager PPLH, Manager Program PPLH, Divisi Pendidikan, Divisi Kantin, Divisi Fasilitas, dan Divisi Administrasi.

Kegiatan juga menghadirkan sejumlah tamu undangan dan pemateri, yakni Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, Camat Laikang, serta Mas Ud Efendi dari PPLH Puntondo.

Peserta undangan terdiri atas Ketua Tim TP PKK Kecamatan Laikang, Ketua Tim TP PKK Desa Laikang, Desa Punaga, Desa Cikoang, Desa Pattopakang, Desa Bontoparang, dan Desa Penyangkalan. Selain itu, turut hadir 12 pelaku UMKM se-Desa Laikang serta anak magang dari Sinjai.

Melalui konsep Sustainable Food Management, peserta diajak melihat pangan tidak hanya dari sisi konsumsi, tetapi juga dari bagaimana bahan pangan dipilih, diolah, dimanfaatkan, dan dikelola agar menghasilkan manfaat sekaligus mengurangi potensi pemborosan dan limbah.

Sementara itu, Eco Cooking Class memberikan pengalaman pembelajaran secara langsung melalui aktivitas pengolahan pangan. Konsep ini menjadi bagian dari upaya PPLH Puntondo menghubungkan edukasi lingkungan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk melalui kebiasaan mengelola pangan secara lebih bertanggung jawab.

Kegiatan dipandu oleh Mulyadi dari Divisi Pendidikan dan Kelautan PPLH Puntondo sebagai MC sekaligus fasilitator. Dokumentasi kegiatan ditangani oleh Tim Humas PPLH Puntondo.

Bagi PPLH Puntondo, pengelolaan pangan berkelanjutan merupakan bagian dari pendidikan lingkungan yang dapat dimulai dari hal sederhana. Ketika pangan dikelola dengan bijak, sumber daya dihargai, limbah dapat ditekan, dan masyarakat memiliki kesempatan untuk membangun pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Dari dapur, kita belajar bahwa menjaga lingkungan tidak selalu dimulai dari hal besar. Ia dapat dimulai dari apa yang kita pilih, apa yang kita olah, dan bagaimana kita menghargai setiap bahan pangan. Karena pangan yang dikelola dengan bijak hari ini adalah bagian dari upaya menjaga bumi dan kehidupan generasi mendatang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top