
Takalar – Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo kembali menjadi ruang belajar bagi peserta internasional. Pada Jumat, 28 Agustus 2026, rombongan Hiroshima University (Universitas Hiroshima), Jepang, berkunjung ke PPLH Puntondo untuk mengikuti program edukasi Ekosistem Laut.
Kunjungan tersebut diikuti oleh 6 peserta dan 6 pendamping. Selama berada di Puntondo, rombongan mendapatkan pengalaman belajar mengenai ekosistem laut dan lingkungan pesisir melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman.
Kehadiran Universitas Hiroshima memiliki relevansi yang kuat dengan program yang diikuti. Universitas tersebut memiliki bidang pendidikan dan penelitian yang berkaitan dengan ilmu kehidupan dan lingkungan. Melalui Graduate School of Integrated Sciences for Life, khususnya Program of Life and Environmental Sciences, Hiroshima University mengembangkan pendidikan yang melihat lingkungan secara holistik, mulai dari tingkat kehidupan yang sangat kecil hingga hubungan antarkomponen dalam ekosistem. Program tersebut juga menekankan pendekatan lintas disiplin dan kemampuan menerjemahkan pengetahuan untuk menjawab persoalan pembangunan berkelanjutan.

Keterkaitan dengan dunia kelautan juga terlihat dalam berbagai kegiatan penelitian Hiroshima University. Universitas ini memiliki bidang riset mengenai biologi ikan dan perikanan, ekologi perairan, lingkungan laut berkelanjutan, serta proses biologis di wilayah pesisir, termasuk kawasan Seto Inland Sea, terumbu karang, padang lamun, dan ekosistem mangrove.
Hiroshima University juga memiliki fasilitas penelitian kelautan seperti Takehara Fisheries Research Station dan Mukaishima Marine Biological Laboratory. Fasilitas tersebut digunakan untuk pendidikan dan penelitian yang berkaitan dengan ekosistem laut, biodiversitas, perikanan, padang lamun, kawasan pasang surut, hingga konservasi lingkungan perairan.
Karena itu, pertemuan dengan PPLH Puntondo menjadi pengalaman menarik dalam mempertemukan dua ruang belajar yang berbeda: pengalaman akademik dan penelitian dari Jepang dengan pembelajaran lingkungan berbasis lapangan di kawasan pesisir Sulawesi Selatan.
Belajar Laut Tidak Cukup dari Buku
Melalui program Ekosistem Laut, peserta Universitas Hiroshima diajak untuk melihat lingkungan laut dan pesisir secara lebih dekat.
PPLH Puntondo menggunakan pendekatan learning by doing, di mana peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak mengamati dan memahami keterkaitan antara ekosistem dengan kehidupan manusia.
Laut tidak dipandang sebagai ruang yang berdiri sendiri.
Di dalamnya terdapat berbagai bentuk kehidupan yang saling berhubungan. Kondisi pesisir berpengaruh terhadap kehidupan laut, sementara aktivitas manusia di daratan juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem perairan.
Pemahaman seperti ini menjadi penting ketika berbicara tentang keberlanjutan.
Sebab menjaga laut bukan hanya tentang melindungi biota yang hidup di dalamnya, tetapi juga memahami hubungan antara manusia, pesisir, sumber daya alam, dan berbagai aktivitas yang berlangsung di sekitarnya.
Pertemuan Dua Perspektif tentang Laut
Bagi PPLH Puntondo, kunjungan Universitas Hiroshima bukan sekadar agenda kunjungan internasional.
Pertemuan ini menjadi ruang pertukaran pengalaman.
Hiroshima University memiliki tradisi pendidikan dan penelitian yang kuat dalam bidang lingkungan dan ekosistem, sementara PPLH Puntondo memiliki pengalaman mengembangkan pendidikan lingkungan melalui pendekatan lapangan, termasuk pengenalan ekosistem laut, konservasi pesisir, kehidupan masyarakat nelayan, dan pengelolaan sumber daya lingkungan.
Dua pendekatan tersebut dapat saling melengkapi.
Pengetahuan akademik membantu manusia memahami bagaimana sebuah ekosistem bekerja.
Pengalaman lapangan membantu melihat bagaimana pengetahuan tersebut berhadapan dengan kondisi nyata.
Dan ketika keduanya bertemu, lahirlah pemahaman yang lebih utuh mengenai lingkungan.
Laut Menghubungkan Kita, Bukan Memisahkan

Ada pesan yang lebih luas dari kunjungan ini.
Laut Indonesia dan laut Jepang memang berada di wilayah geografis yang berbeda. Namun persoalan yang dihadapi ekosistem laut memiliki banyak kesamaan: perubahan lingkungan, tekanan aktivitas manusia, keberlanjutan sumber daya, pencemaran, serta kebutuhan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Karena itu, isu kelautan pada dasarnya tidak mengenal batas negara.
Belajar tentang laut juga berarti belajar tentang hubungan global.
Apa yang dilakukan manusia terhadap lingkungan hari ini dapat memberikan konsekuensi yang panjang bagi generasi berikutnya.
PPLH Puntondo memandang ruang pertemuan seperti ini sebagai bagian dari upaya memperluas pendidikan lingkungan sekaligus membangun jejaring internasional.
Melalui kunjungan peserta dari berbagai negara, pengalaman lokal di kawasan pesisir Puntondo dapat bertemu dengan perspektif global tentang lingkungan dan keberlanjutan.
Terima kasih kepada Hiroshima University atas kunjungan dan kepercayaannya menjadikan PPLH Puntondo sebagai salah satu ruang belajar selama berada di Sulawesi Selatan.
Semoga pertemuan ini tidak berhenti pada satu hari kunjungan, tetapi menjadi bagian dari hubungan yang terus berkembang melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan gagasan tentang masa depan lingkungan laut.
Karena pada akhirnya, laut mungkin memisahkan daratan, tetapi persoalan laut justru menyatukan manusia.
Learn. Experience. Connect.
One Ocean, One Responsibility.
PPLH Puntondo
Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup
Takalar, Sulawesi Selatan
