PPLH Puntondo Jadi Ruang Belajar Wisatawan Internasional dari Empat Negara

Puntondo, Humas PPLH— Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo kembali menjadi ruang pembelajaran bagi wisatawan internasional dari berbagai negara. Pada 17–18 Agustus 2026, peserta dari Amerika Serikat, Australia, Italia, dan Nepal mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran yang difasilitasi oleh Intrepid Travel.

Selama dua hari berada di PPLH Puntondo, para peserta tidak hanya menikmati suasana kawasan pesisir, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang mempertemukan mereka dengan masyarakat dan lingkungan.

Tiga kegiatan utama menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran tersebut, yaitu Sosiologi Desa Nelayan, Penanaman Mangrove, dan Pengolahan Hasil Rumput Laut.

Mengenal Kehidupan Masyarakat Pesisir

Melalui kegiatan Sosiologi Desa Nelayan, peserta diajak mengenal kehidupan masyarakat pesisir secara lebih dekat. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami kehidupan sosial, aktivitas sehari-hari, serta hubungan masyarakat nelayan dengan lingkungan yang menjadi ruang hidup sekaligus sumber penghidupan mereka.

Pembelajaran tersebut memberikan perspektif bahwa kehidupan masyarakat pesisir memiliki keterkaitan yang erat dengan kondisi lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

Belajar Menjaga Pesisir melalui Mangrove

Peserta kemudian mengikuti kegiatan penanaman mangrove sebagai bagian dari pembelajaran mengenai ekosistem pesisir.

Dengan terlibat langsung dalam proses penanaman, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai fungsi mangrove, tetapi juga merasakan bagaimana upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan dan aksi nyata.

Kegiatan sederhana tersebut menjadi pengalaman penting dalam memahami peran ekosistem mangrove dalam menjaga kawasan pesisir serta mendukung keberlangsungan kehidupan di sekitarnya.

Mengenal Potensi Rumput Laut

Selain mengenal kehidupan masyarakat dan ekosistem pesisir, peserta juga mendapatkan pengalaman melalui kegiatan pengolahan hasil rumput laut.

Kegiatan ini memperkenalkan salah satu potensi sumber daya pesisir yang dimanfaatkan masyarakat. Peserta dapat melihat bagaimana hasil alam tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi apabila dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan.

Ruang Pertukaran Pengetahuan dan Budaya

Kehadiran peserta dari berbagai negara menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai program pembelajaran lingkungan, tetapi juga sebagai ruang pertukaran budaya dan pengalaman.

Peserta internasional mendapatkan kesempatan untuk belajar dari masyarakat lokal, sementara masyarakat memiliki ruang untuk berbagi pengetahuan, budaya, dan pengalaman mengenai kehidupan pesisir kepada warga dunia.

Bagi PPLH Puntondo, pengalaman semacam ini menjadi bagian penting dari pendidikan lingkungan. Pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi hadir melalui interaksi langsung dengan masyarakat, alam, dan kehidupan sehari-hari.

Melalui pendekatan community-based learning, PPLH Puntondo terus berupaya menghadirkan pengalaman yang menghubungkan peserta dengan persoalan lingkungan sekaligus memperkenalkan kearifan dan kehidupan masyarakat lokal.

PPLH Puntondo menyampaikan terima kasih kepada Intrepid Travel serta seluruh peserta dari Amerika Serikat, Australia, Italia, dan Nepal atas kepercayaan dan partisipasinya selama berkegiatan di Puntondo.

Semoga dua hari pembelajaran tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan mereka di Indonesia, tetapi juga menjadi pengalaman yang meninggalkan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai kehidupan masyarakat pesisir.

Dari Puntondo, belajar tentang masyarakat. Dari alam, belajar tentang kehidupan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top