
Dari Puntondo untuk Pesisir yang Lestari: Menanam Mangrove, Menumbuhkan Harapan
Setiap tanggal 26 Juli, dunia memperingati Hari Konservasi Ekosistem Mangrove Sedunia (International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem). Peringatan ini ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2015 dan mulai diperingati secara global sejak 2016 sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa mangrove merupakan ekosistem yang unik, istimewa, dan rentan, sekaligus mendorong upaya konservasi serta pengelolaan yang berkelanjutan. UNESCO juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat aksi nyata dalam menjaga keberadaan hutan mangrove yang memiliki peran penting bagi kehidupan manusia dan bumi.

Bagi PPLH Puntondo, Hari Konservasi Ekosistem Mangrove bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa menjaga mangrove berarti menjaga kehidupan masyarakat pesisir, melindungi keanekaragaman hayati, serta memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim.
Sejak berdiri lebih dari dua dekade lalu, PPLH Puntondo telah menjadikan konservasi mangrove sebagai salah satu pilar utama pendidikan lingkungan. Ribuan peserta dari berbagai sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah, perusahaan, komunitas, hingga wisatawan mancanegara telah mengikuti pembelajaran langsung di kawasan mangrove Puntondo melalui pendekatan learning by doing.
Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung pantai, habitat berbagai biota, penyerap karbon biru (blue carbon), dan penyangga kehidupan masyarakat pesisir, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam aksi penanaman mangrove, pengamatan ekosistem pesisir, hingga memahami keterkaitan antara lingkungan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat nelayan.
Bagi PPLH Puntondo, konservasi bukan hanya menanam pohon, tetapi menanam kesadaran. Setiap bibit mangrove yang ditanam merupakan simbol harapan bahwa generasi hari ini memiliki tanggung jawab untuk mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang.
Indonesia merupakan negara dengan luas hutan mangrove terbesar di dunia. Potensi tersebut merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar yang hanya dapat dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen bangsa.
Pada Hari Konservasi Ekosistem Mangrove Sedunia 2026, PPLH Puntondo mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan mangrove sebagai bagian dari kehidupan, bukan hanya sebagai objek konservasi. Karena ketika mangrove tetap lestari, pesisir menjadi lebih tangguh, keanekaragaman hayati tetap terjaga, dan masa depan generasi mendatang akan lebih terjamin.
Mari terus bergerak bersama. Menjaga mangrove bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk kehidupan yang berkelanjutan di masa depan.
