
BANTAENG – Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan sebagai bagian dari komitmen memperkuat pendidikan lingkungan yang berkelanjutan. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui audiensi dengan Kepala SMKN 1 Bantaeng pada Selasa, 14 Juli 2026.
Audiensi yang berlangsung di ruang Kepala SMKN 1 Bantaeng ini dihadiri Koordinator Humas PPLH Puntondo, Aby, dan diterima langsung oleh Kepala SMKN 1 Bantaeng, Drs. Samsud Samad, M.M. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari pelaksanaan edukasi lingkungan, pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), praktik lapangan, pelatihan, hingga pengembangan program yang mampu meningkatkan kompetensi dan kepedulian peserta didik terhadap isu-isu lingkungan.

Koordinator Humas PPLH Puntondo, Aby, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta berharap komunikasi yang telah terbangun dapat berlanjut dalam bentuk program nyata yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.
“Terima kasih kepada Bapak Drs. Samsud Samad, M.M. atas sambutan yang hangat. Semoga silaturahmi ini menjadi awal terjalinnya kolaborasi yang produktif antara PPLH Puntondo dan SMKN 1 Bantaeng dalam menghadirkan pendidikan lingkungan yang inovatif, aplikatif, dan berdampak bagi generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Bantaeng, Drs. Samsud Samad, M.M., menyambut baik inisiatif yang dibangun PPLH Puntondo. Menurutnya, sinergi antara sekolah dan lembaga pendidikan lingkungan akan memperkaya pengalaman belajar siswa melalui kegiatan yang kontekstual sekaligus memperkuat karakter peduli lingkungan.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya PPLH Puntondo dalam membangun kemitraan strategis dengan sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperluas akses pendidikan lingkungan bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, PPLH Puntondo berharap dapat menghadirkan lebih banyak ruang belajar yang menghubungkan teori dengan praktik, sehingga lahir generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kepedulian dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
