
Puntondo, Humas PPLH— Setiap tanggal 2 Juli, Indonesia memperingati Hari Kelautan Nasional sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan, kekayaan hayati, dan identitas bangsa. Peringatan ini telah dilaksanakan sejak tahun 1972 dan dikaitkan dengan penetapan melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1972.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki wilayah laut yang menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Laut menyediakan sumber pangan, menopang mata pencaharian jutaan masyarakat, menjadi jalur transportasi, serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim dan ekosistem bumi. Namun, potensi tersebut menghadapi berbagai ancaman, mulai dari pencemaran sampah plastik, kerusakan terumbu karang, degradasi ekosistem mangrove, hingga eksploitasi sumber daya laut yang tidak berkelanjutan.

Momentum Hari Kelautan Nasional mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran nyata dalam menjaga kelestarian laut. Langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak membuang sampah ke sungai dan laut, mendukung rehabilitasi mangrove, serta menjaga kelestarian terumbu karang merupakan kontribusi penting bagi masa depan lingkungan pesisir.
Sebagai lembaga pendidikan lingkungan hidup, PPLH Puntondo terus berkomitmen menanamkan kepedulian terhadap ekosistem pesisir dan laut melalui program pendidikan lingkungan, pembelajaran lapangan, aksi bersih pantai, konservasi mangrove, serta berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan peserta didik, mahasiswa, dan masyarakat.

Melalui peringatan Hari Kelautan Nasional 2026, PPLH Puntondo mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga laut Indonesia. Karena laut yang bersih, sehat, dan lestari bukan hanya warisan alam, tetapi juga penentu keberlanjutan kehidupan generasi sekarang dan yang akan datang.
“Menjaga laut bukan sekadar melindungi airnya, tetapi juga menjaga kehidupan yang bergantung di dalamnya.”
