
Takalar, 31 Maret 2026. Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalisme Warga Berbasis Lingkungan di ruang seminar PPLH Puntondo, Selasa (31/03/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas staf dalam memahami, mendokumentasikan, serta menyebarluaskan informasi terkait isu lingkungan secara bertanggung jawab.

Pelatihan dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari Manager PPLH Puntondo, Bapak Wajib, yang menyampaikan apresiasi kepada narasumber, Sulhan Yusuf, penulis dan pegiat literasi asal Bantaeng.
Dalam sambutannya, Bapak Wajib menekankan pentingnya kemampuan menulis bagi staf PPLH sebagai bagian dari peran strategis lembaga pendidikan lingkungan.
“PPLH Puntondo tidak hanya bergerak dalam aksi lingkungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan isu-isu lingkungan melalui tulisan yang informatif dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Ia juga berharap melalui pelatihan ini, seluruh staf PPLH mampu mengembangkan kemampuan menulis sehingga berbagai aktivitas dan isu lingkungan dapat terdokumentasi dengan baik dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Materi Pelatihan: Dari Dasar Hingga Praktik
Dalam sesi pelatihan, Sulhan Yusuf menyampaikan berbagai materi penting, mulai dari dasar-dasar penulisan berita hingga praktik langsung di lapangan.

Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:
- Pentingnya jurnalisme warga sebagai representasi suara lokal
- Dasar penulisan berita menggunakan prinsip 5W+1H
- Struktur berita dengan pendekatan piramida terbalik
- Teknik wawancara dan etika media
- Jurnalisme lingkungan dan sensitivitas isu
Peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung, mulai dari menentukan isu, observasi lapangan, wawancara, hingga menulis berita yang kemudian didiskusikan bersama.

Membangun Suara untuk Lingkungan
Pelatihan ini diikuti oleh staf PPLH Puntondo dan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas internal lembaga dalam bidang literasi lingkungan.
Melalui kegiatan ini, PPLH Puntondo menegaskan komitmennya bahwa edukasi lingkungan tidak hanya dilakukan melalui aksi, tetapi juga melalui narasi yang kuat dan berdampak.

tetapi juga dengan narasi yang mampu didengar.
Ketika kita terus menulis tentang apa yang kita lihat, rasakan, dan lakukan kita sedang memastikan bahwa isu lingkungan tidak hilang, melainkan terus hidup dan menggerakkan.” Co-Direktur | Fakhreza Alhasni
Karena dari Puntondo,
suara untuk bumi tidak hanya dijaga tetapi juga disuarakan.
