
Puntondo, Humas PPLH —
Minggu, 23 November 2025 menjadi hari penuh energi positif di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo. Rombongan Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa Makassar mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran pesisir yang dirancang untuk memperkuat pemahaman ekologis serta menautkannya dengan keilmuan maritim yang mereka pelajari di kampus.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh tim PPLH Puntondo. Para peserta juga mendapatkan sesi pengenalan lembaga yang menjelaskan sejarah, fokus kerja, serta karakteristik ekosistem pesisir Puntondo yang selama lebih dari dua dekade menjadi laboratorium hidup bagi pendidikan lingkungan dan konservasi.
Salah satu sesi utama dalam kunjungan ini adalah Program KEHATI (Keanekaragaman Hayati), program unggulan PPLH Puntondo yang memberikan pengalaman belajar langsung di alam. Melalui program ini, peserta diajak:
1. Mengenal Ekosistem Pesisir Secara Utuh
Peserta mempelajari ekosistem mangrove, padang lamun, terumbu karang, serta keterkaitan antarorganisme di dalamnya. Pendamping menjelaskan bagaimana setiap spesies—dari mangrove, kepiting bakau, burung pesisir, hingga mikroorganisme laut—memiliki peran yang saling menguatkan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
2. Mengamati Biodiversitas di Lapangan
Para mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap flora dan fauna pesisir. Mereka mengenali jenis-jenis mangrove yang tumbuh di kawasan Puntondo, mengamati burung-burung pesisir yang mencari makan di tepian pantai, hingga melihat biota laut yang hidup di perairan dangkal.
3. Memahami Ancaman Global dan Lokal
Pendamping memberikan penjelasan tentang berbagai ancaman keanekaragaman hayati, seperti:
• pencemaran laut,
• alih fungsi lahan,
• eksploitasi berlebih,
• serta dampak perubahan iklim.
Peserta diajak memahami bahwa kerusakan pada satu komponen ekosistem dapat memengaruhi seluruh rantai kehidupan di pesisir.
4. Edukasi Konservasi Berbasis Pengalaman
Program KEHATI menekankan pembelajaran reflektif. Peserta tidak hanya belajar tentang fungsi ekologis, tetapi juga merenungkan bagaimana tindakan manusia dapat menjaga atau justru merusak ekosistem. Pendekatan ini memicu kesadaran bahwa konservasi harus dimulai dari pengetahuan yang benar dan aksi nyata.
Bagi mahasiswa maritim, kegiatan ini membuka wawasan baru tentang betapa pentingnya memahami ekosistem sebagai satu kesatuan sistem yang saling terkait. Proses belajar langsung di lapangan membantu peserta menghubungkan teori akademik dengan realitas kondisi pesisir yang sedang menghadapi tekanan lingkungan.
Banyak peserta mengungkapkan antusiasme dan rasa kagum terhadap kekayaan biodiversitas Puntondo, serta keterkejutannya bahwa ekosistem pesisir memiliki struktur ekologis yang begitu kompleks dan menantang.
PPLH Puntondo menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh civitas Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa Makassar atas kunjungan dan semangat belajarnya.
Semoga pengalaman ini:
• menambah pengetahuan ekologis,
• memperkuat kepedulian terhadap kelestarian pesisir, dan
• menjadi bekal bagi generasi maritim Indonesia dalam menghadapi tantangan lingkungan global.
PPLH Puntondo akan terus membuka ruang untuk pembelajaran, riset, dan kolaborasi—menghubungkan dunia akademik dengan realitas lapangan demi masa depan pesisir yang lebih lestari.
