
Di banyak tempat, eceng gondok (Eichhornia crassipes) sering dianggap sebagai gulma air yang mengganggu karena pertumbuhannya sangat cepat dan bisa menutupi permukaan perairan. Namun, di PPLH Puntondo, tanaman ini justru dimanfaatkan sebagai salah satu solusi ramah lingkungan sekaligus media edukasi.
Eceng gondok berperan penting dalam sistem pengolahan limbah cair (water treatment) yang ada di Puntondo. Limbah dari toilet, wastafel, dan kantin yang telah melalui proses awal di septic tank kemudian dialirkan ke kolam bersekat. Di tahap akhir, eceng gondok bekerja menyerap zat organik serta bahan pencemar yang masih tersisa. Proses alami ini tidak hanya meningkatkan kualitas air, tetapi juga memberikan contoh nyata kepada pengunjung bagaimana tumbuhan sederhana bisa berperan besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain sebagai penyaring limbah, keberadaan eceng gondok juga memberikan manfaat ekologis lain. Akar dan daunnya menjadi tempat hidup bagi mikroorganisme air, sekaligus habitat alami bagi ikan-ikan kecil. Di sisi lain, eceng gondok memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk ramah lingkungan, mulai dari kerajinan tangan, bahan bakar alternatif, hingga pakan ternak.

Melalui pemanfaatan eceng gondok ini, PPLH Puntondo ingin menunjukkan bahwa setiap elemen alam, bahkan yang sering dianggap sebagai masalah, sesungguhnya bisa menjadi solusi jika dikelola dengan tepat. Eceng gondok di Puntondo bukan hanya sekadar tanaman air, tetapi juga simbol inovasi, edukasi, dan keberlanjutan.
