Puntondo, Humas PPLH —
Sebanyak 108 siswa SD Pundarika bersama guru pendamping melakukan kunjungan edukasi ke Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo, Takalar, pada Jumat, 29 Agustus 2025. Rombongan ini mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran berbasis lingkungan yang difokuskan pada tracking ekosistem sekitar Puntondo dan pengenalan Teknologi Tepat Guna (TTL).

Tracking: Belajar dari Fasilitas, Pantai, dan Area Konservasi
Pada sesi tracking, siswa dipandu menyusuri kawasan sekitar PPLH. Mereka dikenalkan pada fasilitas ramah lingkungan yang menjadi sarana pembelajaran, dilanjutkan dengan penelusuran ke pantai Puntondo serta area konservasi mangrove. Di titik ini, siswa mendapat penjelasan tentang fungsi pesisir, peran mangrove dalam menjaga ekosistem, serta kaitannya dengan kehidupan biota laut.

Bagi siswa, pengalaman langsung ini menghadirkan pemahaman sederhana namun bermakna: bahwa menjaga alam dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dekat dengan keseharian mereka.
Sesi berikutnya memperkenalkan siswa pada teknologi tepat guna yang tersedia di PPLH Puntondo. Fasilitas tersebut meliputi:
- Kincir angin dan panel surya sebagai sumber energi terbarukan,
- Solar cooker sebagai alternatif memasak ramah lingkungan,
- Destilasi air laut untuk menghasilkan air tawar, dan
- Water treatment sebagai contoh pengolahan air bersih sederhana.
Seluruh teknologi ini dijelaskan sebagai media pembelajaran, bukan hanya untuk dilihat, melainkan untuk menjadi inspirasi penerapan di luar Puntondo—baik di rumah, sekolah, maupun komunitas.
Menanamkan Kesadaran Sejak Dini
Guru pendamping mengapresiasi pengalaman belajar ini, menilai bahwa siswa mendapat kesempatan memahami langsung pentingnya ekosistem dan teknologi ramah lingkungan. Tidak hanya sebatas teori, anak-anak bisa melihat, menyentuh, dan mengalami sendiri bagaimana lingkungan berperan dalam kehidupan.

PPLH Puntondo menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan misi lembaga untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini. “Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan. Semoga pengalaman di Puntondo memberi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga kelestarian alam,” Koordinator kegiatan.
Sebagai pusat pendidikan lingkungan, PPLH Puntondo terbuka untuk sekolah, komunitas, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin memperoleh pengalaman belajar langsung di alam terbuka. Dengan metode learning by doing, PPLH menghadirkan ruang belajar interaktif yang memadukan teori, praktik, dan refleksi bersama.
Wajah ceria siswa SD Pundarika saat itu menjadi bukti bahwa belajar lingkungan bisa sangat menyenangkan bila dilakukan dengan pendekatan tepat. PPLH Puntondo berharap semakin banyak lembaga pendidikan dan masyarakat datang, belajar, dan berkolaborasi untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
Datang dan belajar bersama di PPLH Puntondo. Alam adalah guru terbaik, dan Puntondo adalah ruang belajar yang selalu terbuka.
